Tari gandrung

tari-gandrung-061

Tari Gandrung Lombok adalah kesenian tari tradisional dari Lombok yang dilakukan secara berpasangan antara penari wanita dan pria. Tari Gandrung Lombok ini sebenarnya hampir sama dengan tari gandrung yang ada Jawa maupun Bali. Namun juga terdapat beberapa perbedaan yang menjadi ciri khasnya baik, dari segi gerakan, kostum maupun penyajian pertunjukannya. Tari gandrung ini merupakan salah satu kesenian tari klasik yang cukup terkenal di LOMBOK.

begocekan

video sabung ayam lombok di Bitung Video Sabung sabung Ayam Kaki Putih BIMBINGAN

Jika di Bali sabung ayam disebut sebagai Tajen yang berasal dari kata Taji alias pisau kecil yang diikatkan pada kaki ayam, di Lombok sabung ayam memiliki sebutan berbeda, yaitu Gocekan. Tentu agak mengherankan jika di kedua tempat yang memiliki akar budaya yang sama ini, sabung ayam yang berasal dari ritual Tabuh Rah memiliki sebutan berbeda.

ngorek

21820152_317280178744449_7854722111745556480_n

Ngorek merupan adat pemuda sasak di pulau lombok yaitu menusuk kan keris atau golok di bagian tubuh yang di innginkan oleh si pengorek. tradisi ini di lakukan pada saat nyongkolan berlangsung.

sorong serah aji kerame

10472694_288555151306075_4217963012711158805_n

Sorong serah merupakan salah satu tradisi upacara dan rangkaian prosesi perkawinan adat suku sasak. Sorong artinya mendorong atau menyodorkan, yang dimaksudkan adalah berupa barang yang memiliki nilai. Serah artinya menyerahkan, yang dimaksudkan disini adalah barang yang berupa nilai yang didorong atau disodorkan untuk diserahkan. Jadi,  sorong serah artinya menyerahkan dan menerima nilai atau harga yang telah disepakati oleh kedua pihak keluarga calon pengantin dan ditetapkan oleh sekumpulan tokoh agama, dan tokoh adat. Sorong serah merupakan tahapan penting karena menentukan sahnya perkawinan kaum sasak, baik secara sosial maupun adat. Prosesi ini disertai dengan memenuhi aji krama yang telah disepakati pada saat ngeraosang aji krama ( membicarakan besarnya ajikrame yang harus dibayarkan oleh calon pengantin laki-laki atau negosiasi keluarga besarnya aji krama tersebut)

Sedangkan aji krame berasal dari kata “Aji” yang berarti nilai dan “Krame” yang artinya cara/ adat.  Aji krame sebagai nilai adat artinya nilai dari diri atau harga diri dari pihak lelaki untuk diberikan keperempuan didalam adat. Namun ada juga mengatakan aji krama itu sebagai “aji Suci” dan mengartikan “aji” berarti harga dan “Suci” berarti membersihkan. Namun, makna yang diberikan di atas dilihat dari nilai aji krama, dapat dipadukan menjadi satu batasan pengertian “aji krama” yaitu suatu kesepakatan keseluruhan warga adat suatu wilayah yang mempunyai kesatuan hukum yang tetap sebagai lambang penyucian nilai kemanusiaan. Pelaksanaan adat Aji Krame menurut ceritra, berlaku sejak zaman kerajaan selaparang ini meliputi seluruh pulau lombok,  bahkan pulau lombok sendiri dinamakan pulau Selaparang. Maka, adat perkawinan berlaku untuk seluruh pulau yang intinya sampai sekarang masih dijalankan dalam prinsip yang sama,  namun kemudian secara perlahan-lahan (evolusi), dengan masuknya pengaruh dari luar dan makin melemahnya kerajaan selaparang,  maka terdapat variasi dalam pelaksanaan.

tandang mendet

F-6

Tari tandang Mendet /tarian Perang merupakan salah satu tarian yang ada sejak jaman kejayaan kerajaan Selaparang yang menggambarkan oleh keprajuritan atau peperangan. Tarian ini dimainkan oleh belasan orang yang berpakaian lengkap dengan membawa tombak, tameng, kelewang (pedang) dan diiringi dengan gendang beleq serta sair-sair yang menceritakan tentang keperkasaan dan perjuangan, tarian ini bisa ditemui di Sembalun.

begasingan

mohan+main+gasing+1

Begasingan atau bermain gasing merupakan salah satu permainan tradisional di Lombok yang masih dipertahankan hingga saat ini. Ditengah berkembangnya permaianan dengan teknologi modern, masyarakat Lombok masih sering memainkan permaianan ini. Tidak terkecuali pada festival-festival seni yang diadakan di beberapa daerah di Lombok, salah satunya Kota Mataram.

“Permaianan ini merupakan salah satu permaianan yang sudah ada sejak dulu dan harus kita lestarikan bersama. Karena ini merupakan salah satu warisan budaya kita yang harus kita cintai bersama,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H.Abdul Latif Nadjib, di Mataram, Jumat (25/11/2016).

Gasing merupakan salah satu alat permainan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat berfungsi sebagai salah satu sarana penanaman nilai-nilai budaya.  Dahulu sebelum perkembangan teknologi pesat seperti sekarang ini, fungsi tersebut sangat efektif. Karena dapat dijadikan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi

Nyongkolan

nyong

Banyak kebudayaan yang ada di Pulau lombok, salah satunya yaitu acara nyongkolan, yaitu suatu rangkaian dari upacara perkawinan. Nyongkolan seperti arak-arakan pengantin pria ke rumah pengantin wanita secara bergerombol, rombongannya biasa diiringi tabuhan musik tradisional adat Sasak yang bernama Gendang Beleq dan biasa dilaksanakan menjelang sore hari di hari Sabtu dan Minggu. Tradisi ini biasanya disaksikan oleh para warga setempat yang tujuannya untuk  memperkenalkan para pengantin.

Bau Nyale

3d94dcfc

Nyale adalah sebuah pesta atau upacara yang dikenal dengan Bau Nyale. Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap sedangkan kata Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah permukaan laut.
Bau Nyale merupakan sebuah acara perburuan cacing laut. Acara ini diselenggarakan sekitar bulan Februari dan Maret. Tempat penyelenggaraan upacara Bau Nyale ini ada di Pantai Seger, Kuta. Terletak dibagian selatan Pulau Lombok.

peresean

IMG_20181115_220356[1]

Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende). Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biasanya disebut pepadu dan wasit disebut pakembar

Gendang Beleq

gendang-beleq-696x473[1]

Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq (gendang besar). Orkestra ini terdiri atas dua buah gendang beleq yang disebut gendang mama (laki-laki) dan gendang nina(perempuan), berfungsi sebagai pembawa dinamika. Sebuah gendang kodeq (gendang kecil), dua buah reog sebagai pembawa melodi masing-masing reog mama, terdiri atas dua nada dan sebuah reog nina, sebuah perembak beleq yang berfungsi sebagai alat ritmis, delapan buah perembak kodeq. Perembak ini paling sedikit enam buah dan paling banyak sepuluh. Berfungsi sebagai alat ritmis, sebuah petuk sebagai alat ritmis, sebuah gong besar sebagai alat ritmis, sebuah gong penyentak, sebagai alat ritmis, sebuah gong oncer, sebagai alat ritmis, dan dua buah bendera maerah tau kuning yang disebut lelontek. Menurut cerita, gendang beleq ini dulu dimainkan kalau ada pesta-pesta kerajaan, sedang kalau ada perang berfungsi sebagai komandan perang, sedang copek sebagai prajuritnya. Kalau perlu datu (raja) ikut berperang, disini payung agung akan digunakan. Sekarang fungsi payung ini ditiru dalam upacara perakawinan. Gendang beleq dapat dimainkan sambil berjalan atau duduk. Komposisi waktu berjalan mempunyai aturan tertentu, berbeda dengan duduk yang tidak mempunyai aturan. pada waktu dimainkan pembawa gendang beleq akan memainkannya sambil menari, demikian juga pembawa petuk, copek dan lelontok.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai